close
horizon_antokoe

Istriku rasa masakannya cenderung lebih asin dibanding kalau aku yang masak. Masak masakan yang sama, berbahan sama dan bertujuan sama tapi hasilnya akan berbeda. Coba deh amati, pernah kan setelah makan masakan teman dan dirasa enak, terus nanya resepnya apa, terus mencobalah masak dirumah, tapi kok rasanya beda ya….
Nah gini, saat ini ada yang tetiba berasa pinter terus melontarkan komentar/menulis status yang bernada pembenaran dari apa yang dipikirkan terhadap kondisi yang ada dihadapannya, “tuh kan bener….”, “tampangnya aja gak meyakinkan…”, dan lain-lain. Aku dan mereka sama-sama mengamati dan mengalami masalah yang sama, merekonstruksi masalah yang sama dipikiran, tapi mereka langsung berkesimpulan, memberikan label-label sesuai pikirannya, bahwa ini bentuk pembenaran dari semua kegelisahan serta ketidakpuasannya.
Nah kalau aku, tak biarin aja, merespon ala kadarnya, aku memahami apa yang disampaikan itu pasti beralasan dan bertujuan. Ternyata keterbukaan berpikir, apa stasiun tv yang ditonton, media yang dibaca, ngaji dimana, sekolah dimana, lingkunganmu seperti apa, itu mempondasi orang merespon sesuatu.
Resep sama, bahan sama kenapa hasil akhir beda ya….?. Cara merekonstruksinya ternyata beda.
Serius banget…hahahaha
#morningkoe

view 4 times.

Tags : Persepsirespon
antokoe

The author antokoe

Leave a Response

Prove to me if you're Human? *