close
cover_fb_2014

Ini tentang bukti bahwa kebahagiaan itu bisa ditularkan. Manusia jika dalam kondisi marah atau kesal luapannya berbeda-beda, ada yang berupa luapan verbal maupun non verbal. Luapan verbal sering diwujudkan dalam bentuk ocehan atau kata-kata yang berisi serapah atau kata-kata tertentu yang bernada kekecewaan, ketidaksenangan atau kepuasan. Luapan verbal berupa aktifitas tanpa kata-kata tapi berupa tindakan yang terkadang destruktif (merusak).

Kecenderungan bahwa kondisi marah bila dihadapi dengan marah akan menjadi lebih dahsyat efeknya dan cenderung negatif. Marah itu manusiawi. Seringkali, dalam menghadapi kemarahan orang cenderung pasif atau diam, bertujuan untuk tidak memperbesar efek marah atau bertujuan meredam. Itu baik sekali. Bagaimana kalau menghadapi marah dengan menyebarkan vibrasi baik berupa kebahagiaan?. Ini sebuah test case.

Ada teman sedang bermasalah dengan pasangannya (pacar), kebiasaannya jika ada masalah maka komunikasinya menjadi kurang asik. Misal jawaban-jawaban pendek dan terkesan seadanya. Jawaban tadi merupakan manifestasi rasa marah atau kesal. Sang teman tanya bagaimana cara agar komunikasinya kembali normal. Saya menyarankan, setiap berkomunikasi dengan pasangannya, misal pasangannya bertanya pendek, berikan jawaban yang panjang dan dengan nada senang seolah tidak ada masalah. Sebarkan hal-hal positif dengan kalimat-kalimat yang bernada kebahagiaan. Terus liat reaksinya. Sangat dahsyat. Terbukti.

Kebahagiaan kita dapat bervibrasi ke sekitar. Melihat orang sedang berbahagia, hati kita ikut bahagia padahal hanya melihat tidak melakukan. Menjadi bahagia itu sederhana dan begitu mudah membuat orang untuk bahagia. Mau bahagia?.

view 759 times.

Tags : bahagiahappinesskebahagiaan
antokoe

The author antokoe

1 Comment

Leave a Response

Prove to me if you're Human? *