close
sabar-syukur-antokoe

Jika dalam kondisi hening tapi berkecamuk lintasan-lintasan pikiran itu bisa jadi indikasi kalau kita kurang bersyukur. Saya mengamini hal ini, dan mulailah belajar untuk mensyukuri apa yang sudah didapat, sekecil apapun. Bersyukur tidak hanya mengucapkan “Alhamdulillah…” tapi harus diiringi dengan keikhlasan dan sensasinya akan sangat terasa.

Melihat ke belakang dan terus ke belakang banyak yang sudah saya terima dan nikmati, semuanya tidak datang tetiba tapi itu berkat keberkahan  yang Maha Hidup. Menikmatinya sangat mudah dan ringan tapi mensyukurinya terabaikan. Alangkah celakanya jika diberikan berbagaimacam kenikmatan tapi hilang tak berbekas karena jauh dari keberkahan. Uang Rp. 100.000 bisa saja bernilai kecil bagi sebagian orang. Ada yang menggunakan dengan sekali transaksi langsung  habis ada yang menggunakan berulang-ulang tapi serasa uang itu tidak habis-habis. Disinilah keberkahan berperan.

Diberikan keluarga bahagia,  kesehatan yang prima, pekerjaan  yang mapan tapi tidak mensyukurinya. Itulah yang membuat selama ini berasa garing menikmati hidup. Sebuah kesadaran muncul, sebuah tekad terucap dan harus segera melaksanakan dengan penuh keikhlasan. Kesadaran dan tekad tidaklah cukup tapi tindakan nyata adalah sebuak aksi keseriusan.

Segala puji bagi Tuhan, yang telah memberikan umur, keluarga bahagia, kesehatan yang baik. Di sisa umur saya ini semoga memberikan manfaat kepada orang-orang sekitar kita dan siapa saja yang menjadi makhluk Tuhan. Saya berjanji akan selalu mensyukuri apayang diterima, yang dimiliki dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Amin.

gambar: http://yadisaefulh.wordpress.com/

view 23291 times.

Tags : 1 junibersyukursyukurulang tahunultah
antokoe

The author antokoe

1 Comment

Leave a Response

Prove to me if you're Human? *