close
permainan-anak-jaman-dulu

Apa bedanya manusia dengan mesin?. Apa bedanya manusia dengan hewan ?. Apa bedanya aku dengan dirimu?. Jawabannya hampir kompak “ya bedalah….”. Dari mesin, hewan bahkan malaikat, manusia termasuk ciptaan Tuhan yang paling komplek, rumit tapi paling sempurna. Parameter ini sangat-sangat ideal bagi semua benda di dunia ini. Sudah komplek (lengkap), rumit tapi sempurna. Mikir kan….hahaha.

Tapi tahukah, kesempurnaannya itu justru merepotkan karena apapun bisa dilakukan oleh manusia sedangkan yang “lain” tidak bisa melakukan. Ilustrasinya begini, jika dikasih angka “5”, mesin langsung menerimanya tanpa perlu merespon berlebihan. Coba kalau manusia, pasti dengan menggunakan fitur kesempurnaannya akan merespon dengan aneka persepsi, makna dan semuanya bergantung tingkat penggunaan dari otak pikirannya. Yap…manusia dikaruniai pikiran yang tidak terbatas, sedangkan mesin mempunyai “pikiran” tapi berkapasitas. Nah faktor inilah yang bikin kita sebagai manusia memanfaatkan filter pikirannya untuk memaknai informasi yang diterima. Bingung atau jelas…?

Kesempurnaan yang dimiliki manusia dibanding benda lain ini yang membuat sesuatu menjadi rumit, dan manusia justru menggunakannya agar dapat berbeda dengan manusia yang lain. Suatu masalah yang sebenarnya sederhana menjadi ruwet karena kelebayan dalam memaknai suatu masalah. Haha….semua terasa nikmat tanpa beban dibalut dengan rasa bahagia jika dapat menyerderhanakannya. Mungkin ada yang nyletuk “ah…gimana mau disederhanakan, masalahnya aja gede gini….”. Saat orang berpikiran seperti itu, pemikiran lebay sudah merasuk ke relung pikiran dan membuat respon tubuhnya berubah tidak nyaman. Sebesar masalahnya jika mau disederhanakan semuanya menjadi lebih mudah. Dunia ini menjadi ramai sebenarnya karena adanya perang pemikiran lebay pelakunya. Loh berarti tidak boleh berpikir lebay?. Ohh….sangat boleh, jika itu harus dilakukan ya lakukan tapi inipun bentuk implementasi dari sebuah kesederhanaan.

Jadi mau hidupmu bahagia, jika mau menyederhanakan dan memutuskan sesuai konteks. Kalau tidak maka aku cuma akan bilang “Lebay lo kek soang……!!!”. Hahaha….salam kesederhanaan.

antokoe Orange House- 16/05/2015

view 318 times.

Tags : lebaymenyederhanakanmenyederhanakan pikiransederhana
antokoe

The author antokoe

2 Comments

  1. Betul, seringkali manusia (termasuk saya) sudah membuat ribet apa yang sebenarnya bisa dijalani dengan sederhana. Tapi kadang kala perlu juga sih mempertimbangkan hal-hal yang mungkin terjadi sehingga persiapannya jadi agak ribet.

Leave a Response

Prove to me if you're Human? *