close

Hakikat

HakikatLifeUncategorized

antokoe Beda Guru Ngaji Beda Cara Respon

horizon_antokoe

Istriku rasa masakannya cenderung lebih asin dibanding kalau aku yang masak. Masak masakan yang sama, berbahan sama dan bertujuan sama tapi hasilnya akan berbeda. Coba deh amati, pernah kan setelah makan masakan teman dan dirasa enak, terus nanya resepnya apa, terus mencobalah masak dirumah, tapi kok rasanya beda ya….
Nah gini, saat ini ada yang tetiba berasa pinter terus melontarkan komentar/menulis status yang bernada pembenaran dari apa yang dipikirkan terhadap kondisi yang ada dihadapannya, “tuh kan bener….”, “tampangnya aja gak meyakinkan…”, dan lain-lain. Aku dan mereka sama-sama mengamati dan mengalami masalah yang sama, merekonstruksi masalah yang sama dipikiran, tapi mereka langsung berkesimpulan, memberikan label-label sesuai pikirannya, bahwa ini bentuk pembenaran dari semua kegelisahan serta ketidakpuasannya.
Nah kalau aku, tak biarin aja, merespon ala kadarnya, aku memahami apa yang disampaikan itu pasti beralasan dan bertujuan. Ternyata keterbukaan berpikir, apa stasiun tv yang ditonton, media yang dibaca, ngaji dimana, sekolah dimana, lingkunganmu seperti apa, itu mempondasi orang merespon sesuatu.
Resep sama, bahan sama kenapa hasil akhir beda ya….?. Cara merekonstruksinya ternyata beda.
Serius banget…hahahaha
#morningkoe

view 7 times.

read more
HakikatRenungan

antokoe Layak Mendapatkan Amanah

amanah

Kemarin ngobrol sama saudara, yang intinya galau karena kenapa sampai sekarang anaknya belum juga dikaruniai keturunan padahal sudah lama menikah. Sebenarnya bukan karena pengen menimang cucu tapi lebih pada agar anaknya bisa berubah dari sifat high temper, selfish (egois) dll. Orang tua berharap saat dulu anaknya menikah setidaknya bisa mengurangi, tapi ternyata itu belum dirasa cukup.

Harapan berikutnya adalah saat anaknya memberikan cucu, mungkin dapat berubah lebih baik lagi. Cukup lama aku mendengarkan curhatan saudaraku ini.

view 39 times.

read more
Hakikat

antokoe Menyederhanakan

permainan-anak-jaman-dulu

Apa bedanya manusia dengan mesin?. Apa bedanya manusia dengan hewan ?. Apa bedanya aku dengan dirimu?. Jawabannya hampir kompak “ya bedalah….”. Dari mesin, hewan bahkan malaikat, manusia termasuk ciptaan Tuhan yang paling komplek, rumit tapi paling sempurna. Parameter ini sangat-sangat ideal bagi semua benda di dunia ini. Sudah komplek (lengkap), rumit tapi sempurna. Mikir kan….hahaha.

Tapi tahukah, kesempurnaannya itu justru merepotkan karena apapun bisa dilakukan oleh manusia sedangkan yang “lain” tidak bisa melakukan. Ilustrasinya begini, jika dikasih angka “5”, mesin langsung menerimanya tanpa perlu merespon berlebihan. Coba kalau manusia, pasti dengan menggunakan fitur kesempurnaannya akan merespon dengan aneka persepsi, makna dan semuanya bergantung tingkat penggunaan dari otak pikirannya. Yap…manusia dikaruniai pikiran yang tidak terbatas, sedangkan mesin mempunyai “pikiran” tapi berkapasitas. Nah faktor inilah yang bikin kita sebagai manusia memanfaatkan filter pikirannya untuk memaknai informasi yang diterima. Bingung atau jelas…?

Kesempurnaan yang dimiliki manusia dibanding benda lain ini yang membuat sesuatu menjadi rumit, dan manusia justru menggunakannya agar dapat berbeda dengan manusia yang lain. Suatu masalah yang sebenarnya sederhana menjadi ruwet karena kelebayan dalam memaknai suatu masalah. Haha….semua terasa nikmat tanpa beban dibalut dengan rasa bahagia jika dapat menyerderhanakannya. Mungkin ada yang nyletuk “ah…gimana mau disederhanakan, masalahnya aja gede gini….”. Saat orang berpikiran seperti itu, pemikiran lebay sudah merasuk ke relung pikiran dan membuat respon tubuhnya berubah tidak nyaman. Sebesar masalahnya jika mau disederhanakan semuanya menjadi lebih mudah. Dunia ini menjadi ramai sebenarnya karena adanya perang pemikiran lebay pelakunya. Loh berarti tidak boleh berpikir lebay?. Ohh….sangat boleh, jika itu harus dilakukan ya lakukan tapi inipun bentuk implementasi dari sebuah kesederhanaan.

Jadi mau hidupmu bahagia, jika mau menyederhanakan dan memutuskan sesuai konteks. Kalau tidak maka aku cuma akan bilang “Lebay lo kek soang……!!!”. Hahaha….salam kesederhanaan.

antokoe Orange House- 16/05/2015

view 322 times.

read more