close

Motivasi

MotivasiRefleksiRenungan

Tuhan Tak Seiseng Itu

Tuhan_tak_seiseng_itu

Usahaku lagi terpuruk sepertinya ada yang tidak suka dan berusaha untuk membuat usahaku merugi atau bangkrut”. “Kondisi keuanganku lagi ke-reset, aku terjebak dan segala usahaku tak membuahkan hasil”. Dan diakhiri dengan pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”.
Dua kalimat dan satu pernyataan kesimpulan diatas seolah menjadi pembenaran atas semua yang sedang terjadi, dan kebiasaan manusia saat tidak bisa menemukan jawaban atas masalahnya paling mudah ya menyalahkan, meng-kambing-hitam-kan (padahal putih lebih mulus). Pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”, secara tidak langsung menuduh Tuhan, karena rejeki (seperti banyak yang menyakini) itu hak prerogatif Tuhan. Apa Tuhan begitu jahatnya atau begitu isengnya menutup rejeki umatnya?. Aku gagal paham dengan pernyataan diatas.

Apa kita sendiri yang tidak menyadari bahwa apa yang sedang terjadi merupakan tahapan proses atas doa-doa kita sebelumnya?. Tuhan pemegang segala yang Maha loh. Jadi cara Tuhan mengabulkan doa umatnya yang pasti bisa menggunakan banyak cara. Nah, kalau begini berarti manusia itu sendiri yang tidak menyadari. Sering dan bahkan kita paham bahwa setiap mau naik kelas itu harus melewati serangkaian tes. Tapi apa hal ini hanya berlaku dalam dunia persekolahan saja dan tidak berlaku dalam hal yang lain?. Aku kira persekolahan atau yang lain semisal hidup manusia itu sendiri pasti ada serangkaian ujian jika mau naik kelas.

Berhenti sejenak, beri ruang agar bisa melihat permasalahan lebih jelas. Ingat jika kita ngaca di cermin terlalu dekat justru kita tidak bisa melihat dengan jelas bayangannya, jadi butuh ruang yang cukup agar saat ngaca dapat melihat dengan jelas bayangan kita di cermin. Menelaah pola-pola kerja yang sudah dilakukan, terima jika kurang tepat, kemudian temukan pola-pola baru dan lakukan walau mungkin mengulang dari awal. Percayalah Tuhan itu mengabulkan semua doa umatnya, dan caranya bisa sangat beragam, bahkan ‘menyakitkan’ saat umatnya sendiri masih keukeh dengan pola lama yang tidak memberdayakan.

Jadi bagi yang merasa rejekinya lagi seret, dan dirimu menganggap ini karena ulah orang/pihak lain yang tidak suka (singkatnya ‘disantet’), Tuhan tidak seiseng itu menutup rejeki umatnya, tapi umatnyalah yang tidak tahu diri serta males berusaha.

view 18 times.

read more
Life

Ujian dan Persoalan

antokoe-Enjoy-life-quote-wallpaper

“Usahaku lagi terpuruk sepertinya ada yang tidak suka dan berusaha untuk membuat usahaku merugi atau bangkrut”.
“Kondisi keuanganku lagi ke-reset, aku terjebak dan segala usahaku tak membuahkan hasil”. Dan diakhiri dengan pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”.

Dua kalimat dan satu pernyataan kesimpulan diatas seolah menjadi pembenaran atas semua yang sedang terjadi, dan kebiasaan manusia saat tidak bisa menemukan jawaban atas masalahnya paling mudah ya menyalahkan, meng-kambing-hitam-kan (padahal putih lebih mulus).

Pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”, secara tidak langsung menuduh Tuhan, karena rejeki (seperti banyak yang menyakini) itu hak prerogatif Tuhan. Apa Tuhan begitu jahatnya atau begitu isengnya menutup rejeki umatnya?.

Aku gagal paham dengan pernyataan diatas. Apa kita sendiri yang tidak menyadari bahwa apa yang sedang terjadi merupakan tahapan proses atas doa-doa kita sebelumnya?. Tuhan pemegang segala yang Maha loh. Jadi cara Tuhan mengabulkan doa umatnya yang pasti bisa menggunakan banyak cara.

Nah, kalau begini berarti manusia itu sendiri yang tidak menyadari. Sering dan bahkan kita paham bahwa setiap mau naik kelas itu harus melewati serangkaian tes. Tapi apa hal ini hanya berlaku dalam dunia persekolahan saja dan tidak berlaku dalam hal yang lain?. Aku kira persoalahan atau yang lain semisal hidup manusia itu sendiri pasti ada serangkaian ujian jika mau naik kelas.

Berhenti sejenak, beri ruang agar bisa melihat permasalahan lebih jelas. Ingat jika kita ngaca di cermin terlalu dekat justru kita tidak bisa melihat dengan jelas bayangannya, jadi butuh ruang yang cukup agar saat ngaca dapat melihat dengan jelas bayangan kita di cermin.

Menelaah pola-pola kerja yang sudah dilakukan, terima jika kurang tepat, kemudian temukan pola-pola baru dan lakukan walau mungkin mengulang dari awal. Percayalah Tuhan itu mengabulkan semua doa umatnya, dan caranya bisa sangat beragam, bahkan ‘menyakitkan’ saat umatnya sendiri masih keukeh dengan pola lama yang tidak memberdayakan.

Jadi bagi yang merasa rejekinya lagi seret, dan dirimu menganggap ini karena ulah orang/pihak lain yang tidak suka (singkatnya ‘disantet’), Tuhan tidak seiseng itu menutup rejeki umatnya, tapi umatnyalah yang tidak tahu diri serta males berusaha.

view 6 times.

read more
MotivasiRefleksiRenungan

antokoe Happiness Vibration

cover_fb_2014

Ini tentang bukti bahwa kebahagiaan itu bisa ditularkan. Manusia jika dalam kondisi marah atau kesal luapannya berbeda-beda, ada yang berupa luapan verbal maupun non verbal. Luapan verbal sering diwujudkan dalam bentuk ocehan atau kata-kata yang berisi serapah atau kata-kata tertentu yang bernada kekecewaan, ketidaksenangan atau kepuasan. Luapan verbal berupa aktifitas tanpa kata-kata tapi berupa tindakan yang terkadang destruktif (merusak).

Kecenderungan bahwa kondisi marah bila dihadapi dengan marah akan menjadi lebih dahsyat efeknya dan cenderung negatif. Marah itu manusiawi. Seringkali, dalam menghadapi kemarahan orang cenderung pasif atau diam, bertujuan untuk tidak memperbesar efek marah atau bertujuan meredam. Itu baik sekali. Bagaimana kalau menghadapi marah dengan menyebarkan vibrasi baik berupa kebahagiaan?. Ini sebuah test case.

Ada teman sedang bermasalah dengan pasangannya (pacar), kebiasaannya jika ada masalah maka komunikasinya menjadi kurang asik. Misal jawaban-jawaban pendek dan terkesan seadanya. Jawaban tadi merupakan manifestasi rasa marah atau kesal. Sang teman tanya bagaimana cara agar komunikasinya kembali normal. Saya menyarankan, setiap berkomunikasi dengan pasangannya, misal pasangannya bertanya pendek, berikan jawaban yang panjang dan dengan nada senang seolah tidak ada masalah. Sebarkan hal-hal positif dengan kalimat-kalimat yang bernada kebahagiaan. Terus liat reaksinya. Sangat dahsyat. Terbukti.

Kebahagiaan kita dapat bervibrasi ke sekitar. Melihat orang sedang berbahagia, hati kita ikut bahagia padahal hanya melihat tidak melakukan. Menjadi bahagia itu sederhana dan begitu mudah membuat orang untuk bahagia. Mau bahagia?.

view 759 times.

read more
MotivasiRefleksi

antokoe Susahnya Menyemangati Diri

malasMIND

Menyemangati orang sangat mudah dan menyemangati diri susahnya setengah hidup. Apa obatnya malas ?. Ya jangan malas !. Ada apa ini?. Usaha telah dilakukan untuk membarakan semangat tapi selalu tumpul dan akhirnya tertundanya pekerjaan. Apakah ada sebuah pil atau kapsul yang dapat membangkitkan semangat ?. Kalaupun ada harus yang berlabel ‘herbal’ untuk menekan efek samping yang ada. Peran pihak atau orang lain mengobarkan semangat sepertinya dibutuhkan. Contohnya apa ?. Rajin nyimak twit-nya Mario Teguh, follow akun dari ustadz ternama, membaca buku-buku motivasi, rajin datang ke pengajian dan…..dan…..

view 1571 times.

read more
Motivasi

antokoe Mengukur Kemampuan Diri

no thumb

If I have the belief that I can do it, I shall surely acquire the capacity to do it even if I may not have it at the beginning.“- Mahatma Gandhi. Mampu itu berawal dari percaya diri. Percaya diri faktor kunci sukses awal. Setelah itu mengupayakan agar kemampuan tadi dapat ditunjukkan kepada orang lain. Mengupayakan mungkin harus die hard (mati-matian), tapi akan terbayar jika kemampuan itu di apresiasi baik oleh orang lain.

view 811 times.

read more
MotivasiRenungan

antokoe Meneladani

no thumb

Mustikané wóng tuwå marang anak múng ånå ing laku kang gumati, gunêm kang rurúh, lan ujar kang manís. Gumatiné dumunúng ing têpå tuladhaníng tingkah laku. Gunêm lan ujar kawêngku ånå ing ucap kang istingarah numusi kajiwan, lan luhuríng budi pêkêrti.(Nguri-uri Basa Jawa

Teladan ?

Sebuah kalimat dalam bahasa Jawa yang bermakna sejatinya orang tua kepada anaknya selain merawat juga mengajarkan budi pekerti, memberikan contoh yang baik sehingga dapat membekali anak dalam hidupnya.  Sedari masih bayi kita diajari hal-hal yang baik oleh orang tua kita, baik dalam hal perilaku fisik tapi juga dalam cara berpikir. Tradisi dan agama memberikan peran penting dalam hal ini. Setelah kita menjadi dewasa, apa yang telah ditanamkan akan menjadi pondasi dalam hal berpijak sehingga dapat tercermin dalam tindakan dan perkataan. Walau tak terpungkiri pengaruh lingkungan sosial dan budaya juga berperan dalam membangun diri.

view 963 times.

read more
MotivasiRamadhanRefleksi

Hibernasi, Ramadhan dan Lebaran

no thumb
Hibernasi

Kebangun dari tidur lumayan panjang, saatnya berhibernasi, menuangkan rasa ngganjel ke dalam susunan kata-kata yang bermuara blog ini tidak jablay lagi. Cukup panjang, sebulan lebih. Selama sebulan lebih itu ada paksaan dan tarikan kuat dari aktifitas yang menuntut perhatian lebih. Kangen juga, apalagi melihat aktifitas komunikasi dan sharing di grup Warung Blogger di Facebook. Timbul kesalutan saya kepada mereka bisa menjaga ritme menulis sehingga tetap update.

view 745 times.

read more
LifeMotivasiRefleksiRenungan

Mendefinisikan Diri

no thumb

Who Am I ???

“Dasar ababil…..!”. Sebuah ungkapan terhadap perilaku seseorang karena konsistensinya tidak jelas. “Ababil” singkatan dari “ABG Labil”. Kenapa ABG (anak baru gede) diidentikan dengan kelabilan?. Kelabilan karena beralihnya fase, fase pendewasaan. Beralihnya fase berarti memasukinya dunia baru dalam hidup. Ada yang sangat siap ada yang gagap bahkan terkaget-kaget. Ada yang baru dalam setiap melewati fase hidup. Tapi tidak semua fase ini dilewati sama oleh semua orang. Lingkungan akan lebih dominan dalam membentuk karakter seseorang. Lingkungan keluarga berpengaruh kuat terhadap diri seseorang dan didukung oleh lingkungan sosial.

view 1423 times.

read more
LifeMotivasi

Pengin Menulis Novel

no thumb
Ill'be a novelist

Judul yang mungkin terkesan lebay. Jelas lebay-lah buktinya dengan teganya men-jablay-kan blog ini sempurna sebulan. Meng-update blog saja malas apalagi mau menulis novel. Mau jadi sok-sok-an jadi novelis gitu ?. Bermimpi. Tapi mimpi jadi novelis boleh jadi tidak terlalu lebay. Pertanyaannya “memang sudah punya modal apa, kok dengan teganya pengin nulis novel“. Jujur nih, ada sebuah situasi kehidupan yang sudah lama diendapkan serta sudah menemukan pola konflik yang menarik dan pengin sekali dirangkai dalam sebuah novel, malah sudah terlanjur bermimpi menjadi sajian layar lebar. Lebay.

view 1331 times.

read more
1 2
Page 1 of 2