close

Refleksi

Refleksi

Orang Tua Menjadi Monster Untuk Anak

hari_anak_nasional

Hadir ke dunia dengan segala kemurnian dan kelucuannya. Kemurnian dan kelucuannya sering terampas oleh ‘kenakalan’ orang tua. Bahwa benar orang tua berkewajiban mendidik anak agar menjadi agar anak dapat menunjukkan eksistensinya di dunia. Di bagian ini orang tua sering memasukkan hal-hal yang baik menurutnya berharap anak seperti yang diharapkan.

Tidak sedikit orang tua memasukkan obsesi-obsesinya yang tidak/belum tercapai dan tidak sedikit pula mengabaikan minat/passion dari si anak itu sendiri.

Sangat wajib bahwa orang tua memberikan hal terbaik untuk anaknya, tapi jangan sampai mengabaikan hak anak untuk menyampaikan keinginannya sesuai passionnya. Orang tua sangat boleh memberikan arahan tentang apa yang diinginkan si anak. Mudah berperan sebagai orang tua bagi si anak tapi tidak mudah menjadi sahabat yang baik bagi anak.

Saat anak kita dilabeli ‘nakal’, ‘bermasalah’ atau apapun, sebenarnya bukan si anak yang bermasalah tapi orang tualah yang bermasalah. Karena tidak ada anak yang bermasalah, yang ada orang tua bermasalah.

Anakku tumbuhlah dengan cita-citamu, besarkan keinginanmu, wujudkanlah. Aku kawal dengan nilai-nilai luhur, ajaran-ajaran suciNya dan kebijakan alam.
Selamat harimu, hari anak nasional.

view 13 times.

read more
RefleksiRenungan

Yang Tersisa Pasca Lebaran

antokoedorcom_kapan_nikah

Terkadang momen Idul Fitri itu dijadikan seperti reset momen dimana sebuah keinginan direalisasikan yang selama ini dibuaikan oleh ego-ego baru yang muncul silih berganti sehingga melenakan keinginan itu sendiri.

Nanti deh habis lebaran aja“. Pernyataan ini terkandung sebuah alihan keinginan karena mau fokus pada momen lebaran menjelang. Karena pada momen itu terjadi sebuah leburan aneka perasaan seperti ketemu keluarga, nuansa kampung halaman, ketemu teman sekolah, reuni, ketemu mantan saat dulu ber-cinta monyet atau kekangenan kuliner tertentu yang jarang dinikmati lagi.

Terkadang ada momen atau peristiwa yang memberikan hikmah yang diperoleh pasca menikmati semua itu. Ada yang menjadi geram karena sebuah pertanyaan sadis “kapan nikah” atau “kapan mau meresmikan hubungan dengan anakku, bapak gak enak sama tetangga soalnya sudah lama“. Jleb atau minimal hang sesaat mendapat pernyataan itu. Itu bagi yang masih belum keluarga.

Bagi yang sudah menikah pertanyaan “udah bermomongan belum?” Terkadang menyisakan rasa kurang nyaman bahkan ada yang sampai ‘menghindar’ dari sebuah acara keluarga besar, karena ‘alergi’ dengan pertanyaan itu yang mungkin pertanyaan itu tidak terucapkan oleh siapapun, tapi ‘ketakutan’ telah menutup keinginan untuk bersilaturahmi. Mungkin ini berlebihan, tapi benar terjadi.

Pancaran kegembiraan terpancar dari raut muka karena seperti terpuaskan oleh momen-momen spesial yang didapat selama lebaran. Semangat baru, bagai mendapatkan sebuah tenaga ekstra untuk mewujudkan keinginan-keinginan yang selama ini seperti ‘stuck’ karena kondisi tertentu.

Disisi lain, bisa jadi kemurungan yang didapat karena ternyata ada satu atau beberapa pertanyaan/pernyataan membuatnya menjadi lebih berpikir keras, karena hal ini diluar dugaan. Seperti ‘todongan’ calon pasangan atau orang tua pasangan yang mengkonfirmasikan keseriusan hubungan yang selama ini dijalani. Sebenarnya kemurungan bisa menjadi sebuah optimisme jika mental sudah siap, walau ‘tekanan’ itu tetap terasa.

Hal ini sama dengan penerima pertanyaan ‘sadis’ “kapan nikah?”. Ada yang menjawab dengan diplomatis, ada yang mengabaikan itu tapi ada juga yang langsung menurunkan mood seketika. Tentu berbeda-beda respon dari memaknai pertanyaan tadi. Variabel seperti teman seumuran sudah ada yang menggendong anak, atau teman seangkatan sudah menikah semua dan faktor umur seperti menambah tekanan yang berujung pada kondisi merenung.

Semua tadi bisa menjadi sebuah persoalan tapi bisa juga menjadi sebuah tantangan. Bergantung memaknai pertanyaan/pernyataan tadi. Momen lebaran memang selalu memberikan nuansa tertentu, walaupun setiap tahun momen itu ada. Perubahan diri/keinginan, capaian, dan dinamisnya hidup selalu membuat momen itu berbeda tiap tahunnya.

Momen pasca lebaran yang jelas bisa menjadi pijakan hebat untuk membuat diri semakin hebat. Momen untuk membuktikan bahwa semua bisa diwujudkan jika fokus dan terus berusaha.

Aku cukup bahagia saat teman-temanku mendapat sesuatu yang selama ini diinginkan, seperti dapat membeli motor baru, keseriusan untuk segera mengakhiri masa lajangnya atau teman baru yang mempunyai semangat tinggi untuk membuktikan diri mampu bertanggung jawab pada diri sendiri maupun keluarganya.

Akhirnya, puji syukur kupanjantkan sebagai bentuk perwujudan kebersyukuranku dengan apa yang aku dapatkan selama ini dari keluarga dan teman-temanku.

Will be great together !. Will be success together.

view 11 times.

read more
MotivasiRefleksiRenungan

Tuhan Tak Seiseng Itu

Tuhan_tak_seiseng_itu

Usahaku lagi terpuruk sepertinya ada yang tidak suka dan berusaha untuk membuat usahaku merugi atau bangkrut”. “Kondisi keuanganku lagi ke-reset, aku terjebak dan segala usahaku tak membuahkan hasil”. Dan diakhiri dengan pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”.
Dua kalimat dan satu pernyataan kesimpulan diatas seolah menjadi pembenaran atas semua yang sedang terjadi, dan kebiasaan manusia saat tidak bisa menemukan jawaban atas masalahnya paling mudah ya menyalahkan, meng-kambing-hitam-kan (padahal putih lebih mulus). Pernyataan “Rejekiku ada yang nutup”, secara tidak langsung menuduh Tuhan, karena rejeki (seperti banyak yang menyakini) itu hak prerogatif Tuhan. Apa Tuhan begitu jahatnya atau begitu isengnya menutup rejeki umatnya?. Aku gagal paham dengan pernyataan diatas.

Apa kita sendiri yang tidak menyadari bahwa apa yang sedang terjadi merupakan tahapan proses atas doa-doa kita sebelumnya?. Tuhan pemegang segala yang Maha loh. Jadi cara Tuhan mengabulkan doa umatnya yang pasti bisa menggunakan banyak cara. Nah, kalau begini berarti manusia itu sendiri yang tidak menyadari. Sering dan bahkan kita paham bahwa setiap mau naik kelas itu harus melewati serangkaian tes. Tapi apa hal ini hanya berlaku dalam dunia persekolahan saja dan tidak berlaku dalam hal yang lain?. Aku kira persekolahan atau yang lain semisal hidup manusia itu sendiri pasti ada serangkaian ujian jika mau naik kelas.

Berhenti sejenak, beri ruang agar bisa melihat permasalahan lebih jelas. Ingat jika kita ngaca di cermin terlalu dekat justru kita tidak bisa melihat dengan jelas bayangannya, jadi butuh ruang yang cukup agar saat ngaca dapat melihat dengan jelas bayangan kita di cermin. Menelaah pola-pola kerja yang sudah dilakukan, terima jika kurang tepat, kemudian temukan pola-pola baru dan lakukan walau mungkin mengulang dari awal. Percayalah Tuhan itu mengabulkan semua doa umatnya, dan caranya bisa sangat beragam, bahkan ‘menyakitkan’ saat umatnya sendiri masih keukeh dengan pola lama yang tidak memberdayakan.

Jadi bagi yang merasa rejekinya lagi seret, dan dirimu menganggap ini karena ulah orang/pihak lain yang tidak suka (singkatnya ‘disantet’), Tuhan tidak seiseng itu menutup rejeki umatnya, tapi umatnyalah yang tidak tahu diri serta males berusaha.

view 18 times.

read more
MotivasiRefleksiRenungan

antokoe Happiness Vibration

cover_fb_2014

Ini tentang bukti bahwa kebahagiaan itu bisa ditularkan. Manusia jika dalam kondisi marah atau kesal luapannya berbeda-beda, ada yang berupa luapan verbal maupun non verbal. Luapan verbal sering diwujudkan dalam bentuk ocehan atau kata-kata yang berisi serapah atau kata-kata tertentu yang bernada kekecewaan, ketidaksenangan atau kepuasan. Luapan verbal berupa aktifitas tanpa kata-kata tapi berupa tindakan yang terkadang destruktif (merusak).

Kecenderungan bahwa kondisi marah bila dihadapi dengan marah akan menjadi lebih dahsyat efeknya dan cenderung negatif. Marah itu manusiawi. Seringkali, dalam menghadapi kemarahan orang cenderung pasif atau diam, bertujuan untuk tidak memperbesar efek marah atau bertujuan meredam. Itu baik sekali. Bagaimana kalau menghadapi marah dengan menyebarkan vibrasi baik berupa kebahagiaan?. Ini sebuah test case.

Ada teman sedang bermasalah dengan pasangannya (pacar), kebiasaannya jika ada masalah maka komunikasinya menjadi kurang asik. Misal jawaban-jawaban pendek dan terkesan seadanya. Jawaban tadi merupakan manifestasi rasa marah atau kesal. Sang teman tanya bagaimana cara agar komunikasinya kembali normal. Saya menyarankan, setiap berkomunikasi dengan pasangannya, misal pasangannya bertanya pendek, berikan jawaban yang panjang dan dengan nada senang seolah tidak ada masalah. Sebarkan hal-hal positif dengan kalimat-kalimat yang bernada kebahagiaan. Terus liat reaksinya. Sangat dahsyat. Terbukti.

Kebahagiaan kita dapat bervibrasi ke sekitar. Melihat orang sedang berbahagia, hati kita ikut bahagia padahal hanya melihat tidak melakukan. Menjadi bahagia itu sederhana dan begitu mudah membuat orang untuk bahagia. Mau bahagia?.

view 759 times.

read more
Refleksi

antokoe Kebersyukuran

sabar-syukur-antokoe

Jika dalam kondisi hening tapi berkecamuk lintasan-lintasan pikiran itu bisa jadi indikasi kalau kita kurang bersyukur. Saya mengamini hal ini, dan mulailah belajar untuk mensyukuri apa yang sudah didapat, sekecil apapun. Bersyukur tidak hanya mengucapkan “Alhamdulillah…” tapi harus diiringi dengan keikhlasan dan sensasinya akan sangat terasa.

Melihat ke belakang dan terus ke belakang banyak yang sudah saya terima dan nikmati, semuanya tidak datang tetiba tapi itu berkat keberkahan  yang Maha Hidup. Menikmatinya sangat mudah dan ringan tapi mensyukurinya terabaikan. Alangkah celakanya jika diberikan berbagaimacam kenikmatan tapi hilang tak berbekas karena jauh dari keberkahan. Uang Rp. 100.000 bisa saja bernilai kecil bagi sebagian orang. Ada yang menggunakan dengan sekali transaksi langsung  habis ada yang menggunakan berulang-ulang tapi serasa uang itu tidak habis-habis. Disinilah keberkahan berperan.

Diberikan keluarga bahagia,  kesehatan yang prima, pekerjaan  yang mapan tapi tidak mensyukurinya. Itulah yang membuat selama ini berasa garing menikmati hidup. Sebuah kesadaran muncul, sebuah tekad terucap dan harus segera melaksanakan dengan penuh keikhlasan. Kesadaran dan tekad tidaklah cukup tapi tindakan nyata adalah sebuak aksi keseriusan.

Segala puji bagi Tuhan, yang telah memberikan umur, keluarga bahagia, kesehatan yang baik. Di sisa umur saya ini semoga memberikan manfaat kepada orang-orang sekitar kita dan siapa saja yang menjadi makhluk Tuhan. Saya berjanji akan selalu mensyukuri apayang diterima, yang dimiliki dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan. Amin.

gambar: http://yadisaefulh.wordpress.com/

view 23291 times.

read more
LifeRefleksi

antokoe Mindset adalah Faktor Kunci

mindset-Splash

Mendengar atau melihat orang berselisih terhadap sesuatu masalah mungkin sudah jamak, kadang kita peduli terhadap hal itu kadang mengabaikan karena tidak mau mengganggu zona nyaman. Zona nyaman diri terbentuk karena suatu kondisi yang membuat kita biasa tanpa ada keterpaksaan atau komplain dari pihak lain. Setiap masalah seharusnya ada solusi tapi sering kali menguap tanpa solusi.

Mengapa masalah itu sering kali tanpa solusi. Apakah karena ketidakmauan atau tidak mendapatkan titik temu  yang disepakati ?. Kompleksitas pemikiran orang terbedakan dari pemahaman atau bagaimana orang itu memetakan dalam pikiran. Pemetaan pikiran bergantung dengan tingkat pemahaman, intelektual dan seberapa besar keterbukaan pikiran. Banyak yang bersikukuh dengan pemikiran atau pendapat yang karena hal inilah sebuah solusi terabaikan karena masing-masih berkutat dengan pemahaman sendiri. Bagaimana seharusnya ?. Coba tanyakan apakah memang masalah itu mau diselesaikan atau hanya dibicarakan ?. Kalau mau diselesaikan, lakukan, persempitan kesenjangan pemahaman dan berfokus pada solusi. Terkadang sesuatu itu makin untuk dipahami justru malah menimbulkan penolakan. Apakah setiap panca indera itu menerima sesuatu harus dimengerti secara detail ?. Intinya sebenarnya cukup diterima saja dan jangan dipertanyakan lagi, karena sebenarnya sudah tahu.

Faktor kunci sebuah solusi dicapai adalah kesamaan dalam memetakan masalah tersebut di pikiran. Mindset adalah kunci. Seperti orang tua dengan anaknya sering terjadi perselisihan karena mindset mereka tidak sama. Jika mereka menyadari sebuah perselisihan akan menjadi sebuah kajian menarik yang bermuara pada kesepahaman. Contoh lain adalah komunikasi antara atasan dengan bawahan. Komunikasi sering tidak nyambung karena orientasi dan cara memahami masalah itu berbeda bukan di petakan dalam suatu ruang yang sama. Komunikasi adalah sarana untuk membangun mindset yang sama. Jika sudah sama, pasti dalam menentukan arah akan lebih mudah.

“Panjang, keras dan kuat”. 

Kalimat diatas akan dimaknai berbeda karena pemahaman terhadap artinya juga berbeda.

Sumber gambar thenaturalback.com

view 2233 times.

read more
Refleksi

antokoe All About my Pets

my_cats

Sigmund Freud, psikolog berkebangsaan Austria pernah mengatakan “Time spent with cats is never wasted”. Menghabis waktu dengan kucing tidak sia-sia. Mungkin aneh pernyataan tadi atau mungkin tidak. Hewan peliharaan apapun jenisnya mempunyai tempat tersendiri bagi pemiliknya. Terkadang aneh jika dilihat secara akal sehat. Tapi berbagi kehidupan dengan makhluk Tuhan lainnya seperti binatang tidak ada salahnya.

Saya sebenarnya termasuk orang yang tidak begitu peduli dengan hewan apalagi memelihara hewan peliharaan. Tapi sekali jatuh cinta pada hewan peliharaan kadang menghilangkan akal sehat dalam hal pemenuhan kebutuhannya. Entah kenapa tapi ada sesuatu yang terisi dengan melihat lucunya hewan peliharaan. Ikan dan kucing sekarang menjadi hewan peliharaan saya. Memelihara ikan sebenarnya sudah pernah saya lakoni cukup lama, walau kadang tersibukkan dengan aktifitas tapi beberapa bulan lalu saya kembali mulai memelihara ikan lagi terutama ikan Discus. Walau dari beberapa ikan yang saya pelihara sekarang tinggal 2 ekor karena lainnya mati tapi melihat gemulai ikan ruang tamu saya lebih berwarna. Apalagi aktifitas kucing saya (ini hobby baru yang dimulai tahun lalu) mondar-mandir diruang tamu kadang bikin gemas. Ikan dan Kucing itu peliharaan saya dirumah sekarang.

Memelihara kucing sebenarnya tidak begitu merepotkan karena kucing lebih cenderung mandiri dalam makan atau yang lainnya. Tapi memelihara kucing di rumah ternyata harus menyediakan ubo rampe yang lumayan menyedot perhatiannya dan juga anggaran. Jika suka dua hal tersebut sering tidak menjadi soal. Hubungan emosional dengan hewan peliharaan terkadang menyamai hubungan emosional dengan sesama manusia. Perasaan senang atau sedih selalu dirasa jika hewan peliharaannya terjadi sesuatu.

Chicko #catlovers #kitten #cats #mypets #indonesia #AviarySeperti yang terjadi beberapa minggu lalu, kucing kesayangan saya Chicko (anggora) berwarna broken-white tiba-tiba mati mendadak tanpa sebab. Pagi itu saya sekeluarga kaget, karena tidak menunjukkan gejala sakit bahkan baru lari-larian dengan kucing yang lain tiba-tiba mati. Rasa kehilangan cukup mendalam, bahkan istri saya sering nangis kalau teringat si Chicko. Walau seminggu kemudian saya dikasih kucing oleh teman tapi Chicko tak tergantikan. ‘Pengganti’ Chicko adalah kucing jantan setelah saya browsing ternyata berjenis Russian Blue, dan kucing itu bernama Grey (sesuai warna bulunya abu-abu). Kucingnya berkepribadian hangat walau bertambah macho tapi kadang keluar manjanya, sampai tidur aja harus dikeloni.

Kucing saya lainnya adalah Kitty atau lebih sering dipanggil Unyu, karena bentuknya unyu-unyu.October 13, 2013 at 0636PM Berjenis Persia dengan bulu lembut dan berwarna abu-abu monyet. Penurut dan manja. Sedangkan kucing yang paling senior adalah si Petsy dan Pitsy, kucing kembar berjenis perempuan campuran anggora kampung. Si kembar ini sedang sakit dan dikarantina dari kucing lain. Meriah sekali rumah saya dengan kehadiran mereka. Syukurnya keluarga saya, istri dan anak-anak suka dengan kucing.

Petsy, Pitsy, Kitty Unyu dan Grey, thats all my pets. RIP Chicko we love you…..

view 2972 times.

read more
MotivasiRefleksi

antokoe Susahnya Menyemangati Diri

malasMIND

Menyemangati orang sangat mudah dan menyemangati diri susahnya setengah hidup. Apa obatnya malas ?. Ya jangan malas !. Ada apa ini?. Usaha telah dilakukan untuk membarakan semangat tapi selalu tumpul dan akhirnya tertundanya pekerjaan. Apakah ada sebuah pil atau kapsul yang dapat membangkitkan semangat ?. Kalaupun ada harus yang berlabel ‘herbal’ untuk menekan efek samping yang ada. Peran pihak atau orang lain mengobarkan semangat sepertinya dibutuhkan. Contohnya apa ?. Rajin nyimak twit-nya Mario Teguh, follow akun dari ustadz ternama, membaca buku-buku motivasi, rajin datang ke pengajian dan…..dan…..

view 1571 times.

read more
RefleksiRenungan

antokoe Kebetulan atau Terencana ?

enthok

Pagi ini cuaca tidak menunjukkan kebersinarannya, tapi gloomy, redup dan menandakan akan hujan. Berangkat dari rumah menuju tempat ngider, tapi ke sekolah anak terlebih dahulu karena ada urusan tentang pendaftaran SMP. Gerimis sudah terasa walau tidak begitu rapat tapi lama kelamaan membuat baju jadi basah akhirnya berhenti di pinggir jalan dan ada got yang mengalirkan air dari saluran rumah tangga. Memakai mantel akan mengurangi efek basah kena air hujan.

Seekor induk menthok (sejenis bebek leher dan kaki pendek) gelisah mondar-mandir di dekat saya berhenti, selidik punya selidik ternyata seluruh anaknya yang sekitar 8 ekor terjebak di dalam got yang airnya mengalir. Anak-anak menthok sepertinya sudah lama terjebak disitu, karena hampir sudah membasahi seluruh bulu halusnya. Mereka berkumpul dalam sebuah lubang yang tidak terkena air, satu per satu anak-anak menthok saya angkat dan langsung disambut oleh induknya. Sekitar ada 8 ekor (lupa hitung), tapi ada satu yang tidak terselamatkan, sudah kaku dan posisinya di lubang paling dalam, sepertinya terhimpit oleh saudara-saudaranya yang memenuhi lubang sehingga jadi mati. Sangat sesuatu kejadian pagi ini.

Jadi terpikir, apakah itu kebetulan atau memang sudah terencana ?. Kebetulan merupakan kejadian yang tanpa diduga tapi mempunyai makna dan sesuai kebutuhan saat itu. Terencana tentunya sudah terdefinisikan sebelumnya. Merencanakan sendiri untuk meminimalkan hal-hal yang akan terjadi, tapi kalau itu rencana Tuhan, siapapun tidak ada yang tahu, bahkan itu misteri bagi manusia.

Kejadian pagi ini begitu melekat erat dan mewarnai cuaca hujan di hari Senin yang biasa dikonotasikan hari malas untuk melakukan aktifitas.

Kebetulan atau terencana ?, yang jelas itu sudah terjadi.

view 1311 times.

read more
1 2 3 6
Page 1 of 6