close
love_hate

Cinta itu ruang dan waktu, yang setiap saat bisa berubah.
Berubah menjadi lebih bermakna atau bermakna baru bahkan menjadi benci sebencinya.
Cinta dan benci tipis bedanya. Cinta dan benci berbahan dasar sama, energi.
Energi yang tercipta tidak dapat dimusnahkan tapi dapat menjelma menjadi bentuk lain, seperti cinta dan benci.
Terus bedanya punya pasangan dan tidak punya pasangan (jomblo).
Sama tapi beda. Sama-sama dapat membahagiakan, yang punya pasangan membahagiakan pasangannya, yang tidak punya pasangan dapat membahagiakan diri sendiri sebelum membahagiakan pasangannya kelak.
Semua itu tergantung bagaimana cara menikmatinya kok.
Tidak dipungkiri bahwa orang yang paling dicintai adalah yang paling dibenci.
Karena kekuatan cinta dan benci itu bersumber dari energi yang sama.
Dahsyatnya cinta saat berubah menjadi benci sebesar itu atau bahkan lebih besar lagi rasa benci yang ditimbulkan.
Mengapa hal ini terjadi?. Karena cinta menuntut dan memeras energi rasa serta menumpulkan logik pikir.
Aku pikir harus ada perimbangan antara rasa dan pikir.
Apapun itu. Bahkan dalam memahami agamapun, faktor pikir kudu terlibat.
Bukan untuk mementahkan isi ajaran, tapi untuk lebih bisa memaknai apa yang tersirat di ajaran-ajaran atau firman yang ada.
Aku yakin Tuhan itu mencipta manusia sebagai makhluk paling sempurna karena dianugerahi kemampuan pikir, tentunya agar kita bisa berpikir atau menggunakan daya pikir untuk mensyukuri atau menjalankan agama kita.
Jadi yang bercinta, bercintalah berlandas pikir yang sehat.
Yang gagal bercinta, sadari benci yang timbul bukan menentramkan diri tapi merusak diri.
Beban itu akan selalu menempel erat selama tidak ada kerelaan untuk melepas.
Terlalu lama nempel akan menimbulkan ‘kenyamanan’ semu. Nyaman tapi sakit. Sakit tapi ‘nyaman’.
Dan juga tidak perlu memanjakan pikir, karena bisa mematikan rasa. Rasa simpati dan rasa empati.
Yang sewajarnya, karena sewajarnya itu baik. Baik buat diri dan semua.
Sewajarnya seperti apa?.
Seperti yang diyakini dan disepakati saat ini, dan bersiap jika parameter sewajarnya berubah atau menyesuaikan jaman.
Terbuka dengan segala kemungkinan dan mengupayakan sebuah kemajuan.
Selamat pagi dan selamat berakhir pekan.

view 7 times.

Tags : bencicintaempatisimpati
antokoe

The author antokoe

Leave a Response

Prove to me if you're Human? *